Cara Mengatasi Berbagai Hama dan Penyakit Pada Pohon Durian

Durian  merupakan  tanaman  buah  yang sangat digemari oleh banyak orang.

Awalnya, durian hanyalah tanaman liar yang ada di hutan Malaysia, dan pulau Kalimantan.

Sejak abad VII Masehi buah durian sudah dikenal di seluruh dunia. rasanya yang manis dan baunya yang semerbak harum mengandung banyak kalori, vitamin, lemak dan protein.

Di negara Thailand budidaya tanaman durian sudah dilakukan secara terprogram dalam kawasan berbentuk kebun yang cukup luas, sedang di Indonesia pada umumnya masih berupa tanaman yang di tanam di pekarangan rumah.

Manfaat tanaman durian selain diambil buahnya, pohonnya dapat dipakai sebagai pencegah erosi di lahan yang miring, bijinya  mempunyai  kandungan pati yang banyak bisa digunakan sebagai alternatif  pengganti makanan, kulitnya dapat dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus.

Harga buah durian sangat bervariasi, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan perbuahnya. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika sekarang ini banyak orang mulai berlomba-lomba menanam durian agar kelak bisa menikmati hasilnya.

Namun menanam durian tidaklah semudah dibayangkan karena banyak sekali rintangan seperti hama dan penyakit yang menimpa pohon durian.

Kali ini BibitDurian.Biz ingin berbagi tentang cara mengatasi berbagai hama dan penyakit pada pohon durian, Silahkan disimak baik-baik!

Penanaman Durian

  1. Jarak tanam 10 x 10 M untuk jenis durian genjah, dan 12 x 12 M untuk jenis durian sedang dan dalam.
  2. Lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm atau  disesuaikan  dengan  jenis  tanah  dan  kondisi  lahan,  tanah galian bagian atas (20 cm) dipisahkan dengan tanah galian bagian bawah dan dibiarkan selama 2-3 minggu.
  3. Lubang  tanam  ditutup  kembali,  dengan  tanah  galian  atas  lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur dengan pupuk organik atau pupuk kompos sebanyak +  30 kg perlubang.
  4. Penanaman dilakukan awal musim hujan pada sore hari agar bibit yang sudah ditanam tidak langsung terkena matahari.
  5. Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikat pada batang kayu atau bambu agar tanaman dapat tumbuh tegak lurus.
  6. Bibit    yang sudah ditanam sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sengatan matahari curah hujan yang lebat. Naungan dapat dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan.
  7. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya ditutup rumput atau jerami kering sebagai mulsa, agar kelembaban tanah dapat stabil.

Pemeliharaan

Penyiangan, dilakukan  untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman (1 meter dari batang pohon) yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Tahap  awal  pertumbuhan  penyiraman  dilakukan  setiap  hari pagi dan sore hari, tetapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama (terlalu basah).

Kebutuhan air pada masa vegetatif 4-5 Liter perhari dan pada masa produktif 10-12 Liter perhari.

Setelah  tanaman  berumur  satu  bulan  penyiraman  dilakukan tiga kali perminggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kalau kekurangan air dapat mengakibatkan kerontokan buah.

Tanaman durian akan membutuhkan banyak air setelah panen karena diperlukan untuk memulihkan kondisi tanaman menjadi normal kembali.

Pemupukan  NPK  (15:15:15)  dilakukan  2  kali pertahun,  dengan dosis sbb:

  • Tanaman  umur  1  tahun,  dosis  pupuk  NPK  40  –  80  gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 – 300 gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 3 – 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 – 600 gr/pohon/tahun.

Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon.

Pemupukan  pada  tanaman  yang  sudah  menghasilkan/berbuah, dengan dosis/pohon sbb :

  • Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr
  • Saat pucuk mulai menua, urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265gr
  • Dua bulan setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr
  • Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr
  • Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr,  KCl 150gr.

Cara memupuk, dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon.

Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya.

Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan dan diratakan.

Apabila  tanah  dalam  keadaan  kering segera lakukan penyiraman.

Cara Mengatasi Berbagai Hama dan Penyakit Pada Pohon Durian

Penggerek buah (Jawa : Gala-gala), bagian yang diserang buah.

Gejala, buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Pengendalian dilakukan dengan cara :

  • membungkus atau membrongsong buah terpilih sejak dini
  • pengasapan   di   bawah   pohon   pada   sore   hari   untuk mengusir imago
  • mengumpulkan buah yang terserang hama dan gugur untuk dimusnahkan atau dikubur
  • menggunakan semut rang-rang untuk mengusir imago atau menggunakan musuh alami lain yaitu lalat Tachinidea (Argyroplax basifulfa), Ventura, sp.
  • penyemprotan  insektisida,  seperti  Starban, Sumithion 50 AC, Curacron, Decis, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc perliter air

Lebah mini, gejala, bagian yang diserang ranting dan daun.

Gejala: penggerekan ranting-ranting muda dan memakan daun- daun muda.

Pengendalian yaitu dengan menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40   EC   (Triazofos   420   gram perliter),   dan   insektisida,   seperti Decis, Starban, Supracide 40 EC dosis 420 gram perliter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).

Kutu loncat durian, bagian yang diserang daun

Gejala : kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh  permukaan daun  sehingga mengundang  semut-semut bergerombol.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

1)    sanitasi kebun terutama daun kering

2)    daun  dan  ranting-ranting  yang  terserang dipangkas dan dimusnahkan

3)    menyemprotkan insektisida Decis, Starban, Dursban, Curacron, Supracide 40 EC dosis 100-150 gram per 5 liter air.

Penggerek batang dan cabang

Gejala : adanya lubang kecil bekas gerekan pada batang, dahan atau ranting dan mengeluarkan cairan dan kotoran berwarna kemerahan,  akibatnya  tanaman  kering,  daun  layu/rontok  dan mati.

Pengendalian dapat dilakukan dengan cara :

1)    sanitasi kebun dari gulma dan tanaman inang seperti tanaman jeruk, kopi, kakao, sirsak dll.

2)    memotong bagian tanaman yang terserang 5 cm di bawah lubang gerek, kemudian membakarnya supaya larva mati atau memasukkan kawat ke dalam lubang gerekan sehingga larva mati karena tertusuk kawat.

3)    menggunakan musuh alami yaitu Brazon zeuzerae (fam. Tachinidea) dan cendawan Beauveria bassiana.

4)    aplikasi curacron atau starban dengan dosis 2  cc perliter  atau  menginfus tanaman menggunakan insektisida sistemik melalui batang atau ujung akar.

Rayap, bagian yang terserang batang.

Gejala : adanya alur atau terowongan dari tanah yang menempel di batang.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

  • membersihkan kebun dari sisa bonggol kayu atau gulma dan membersihkan batang tanaman dari alur atau terowongan rayap
  • menggunakan  Furadan  disekeliling   pohon dengan dosis 30-50 gram perpohon atau aplikasi insektisida Decis 2,5 EC, Diazinon 600 EC sesuai dosis anjuran

Kumbang daun dan buah muda

Gejala : adanya perubahan warna pada bagian yang terserang (warna perunggu) serta permukaan atas daun terdapat bercak berwarna kekuningan.

Pengendalian dilakukan dengan cara:

1)    menggunakan  musuh  alami  predator  dari  Fam. Coccinellidae dan Chrysophidae.

2)    aplikasi  akarisida  Antimit  570  EC  (bahan  aktif progargit) dosis 7 cc perliter.

Penggerek biji

Gejala  :  lubang  pada  kulit  buah  kemudian  masuk  ke  dalam daging buah hingga ke dalam biji.

Pengendalian dapat dilakukan dengan cara :

•    memusnahkan   buah   dan   biji   yang terserang

•    membungkus atau membrongsong buah terpilih sejak dini

•    pengasapan   di   bawah   pohon   pada   sore   hari   untuk mengusir imago

•    penyemprotan dengan insektisida terdaftar dan berijin, dilakukan setelah tanaman selesai berbunga.

Kutu dompolan, bagian yang terserang bunga dan buah.

Gejala : bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara :

•    Pemupukan dan pengairan yang seimbang, sesuai rekomendasi

•    hindarkan tanaman durian dari tanaman inang hama

•    menjaga sanitasi  lingkungan  dengan  memusnahkan bagian tanaman yang terserang  dan membersihkan gulma di sekitar tanaman durian

•    pemanfaatan musuh alami seperti semut hitam, cendawan parasit Empusa fresenil, atau predator Cryptolaemus montrouzieri

•    penggunaan insektisida botani seperti larutan umbi bawang putih dicampur cabai

•    aplikasi  insektisida  bila  dijumpai  kerusakan  buah  20% setelah penjarangan ketiga

•    mencegah datangnya semut yang membawa kutu, dengan cara melilitkan kain, yang telah dibasahi insektisida, pada batang atau cabang tanaman.

Tupai, bagian yang terserang buah.

Gejala  :  bagian  permukaan  kulit  buah  rusak  sampai  bagian daging buah.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

  • melakukan pembersihan tanaman terutama pada bagian yang menjadi sarang tupai
  • mengusir tupai dengan cara gropyokan, perangkap,atau menembak dengan senapan angin
  • dengan umpan buah-buahan yang sudah diberi racun, seperti Klerat atau Furadan

Penyakit Pada Pohon Durian

Phytopthora parasitica dan Pythium complectens, bagian yang terserang buah.

Gejala : daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua; cabang pohon kelihatan sakit dan ujung- ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang  di  bawahnya;  kulit  di  atas  permukaan  tanah  menjadi coklat dan membusuk; pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang; dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

•    Pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk

•    Upayakan  drainase yang  baik  agar  tanah  tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan

•   Pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar.

Kanker batang

Gejala  :  kulit  batang  durian  yang  terserang  mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam  sampai ke kayu; daun-daun rontok  dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

a)    Perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir di permukaan tanah

b)    menanam tanaman yang tahan terhadap penyakit tersebut

c)    memangkas daun yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban kebun

d)    melakukan rotasi tanaman

e)    melakukan  pemupukan  dengan  pupuk  organik atau kandang yang dicampur kapur dan mengupayakan pH tanah 6,5

f)    kulit yang sakit dikerok atau dibuang sampai bagian yang sehat kemudian dibakar. Luka kerokan dibuat oval meruncing di bagian tas dan bawah sehingga luka cepat tertutup. Luka kerokan kemudian diolesi fungisida dan ditutup dengan karbolinum

g)    mengupas kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya Difolatan 4 F 3%.

Jamur upas, bagian yang diserang cabang tanaman

Gejala : pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang- benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu    dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

  • memangkas bagian tanaman yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban
  • jika  jamur  sudah  membentuk  kerak  merah jambu sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah ke bagian yang berjamur dan dimusnahkan
  • melumasi cabang yang terserang dengan fungisida, misalnya calizin RM
  • menyemprotkan Antracol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram perliter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi

Busuk buah

Gejala awal serangan terdapat bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk pada bagian yang  terserang  terbentuk  miselium  dan  sporangia  berwarna putih.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

•    Perbaikan drainase supaya tanah tidak terlalu basah atau lembab

•    areal pertanaman dibersihkan dari tanaman inang patogen seperti pepaya, nenas, jeruk dan coklat

•    memangkas daun dan dahan yang kurang diperlukan untuk mengurangi kelembaban

•    pemusnahan buah yang terserang penyakit

•    menghindari buah hasil panen bersentuhan dengan tanah

•    tinggi cabang terbawah minimal 1 meter.

Busuk akar

Gejala : timbulnya bercak nekrotik pada akar lateral dimulai dari bagian  ujung;  pada  tingkat  serangan  yang  tinggi,  di  atas permukaan tanah terdapat ujung cabang pohon yang mati, diikuti dengan berkembangnya dari cabang  di bawahnya,  daun  layu dan gugur.

Pengendalian dilakukan dengan cara :

  • perbaikan drainase agar tanah tidak terlalu lembab atau basah
  • penggunaan batang bawah yang tahan penyakit
  • menghindari luka mekanis pada bagian akar dan pangkal batang pada waktu pemeliharaan tanaman
  • membongkar tanaman yang terserang berat dan akarnya dimusnahkan
  • menggunakan fungisida sistemik dengan cara dikocorkan atau diinfuskan ke akar

Bercak daun

Gejala  :  adanya  bercak-bercak  kecil  basah  pada  daun  yang semakin melebar, daun kemudian mengering dan gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara :

  • memperlebar jarak tanam.
  • penyemprotan fungisida dan penyiraman yang teratur sejak dari pembibitan