Dolomit Itu Penting, Tapi Bisa Jadi Masalah Besar Jika Salah Waktu Aplikasi

Dolomit atau kapur pertanian itu penting untuk pertumbuhan tanaman, khususnya durian.

Tapi bisa menjadi masalah besar jika salah dalam mengaplikasikannya.

Artikel ini saya buat setelah melihat fenomena euforia saling memamerkan bunga durian yang keluar dibulan ini di media sosial.

Euforia tertinggi terjadi pada petani durian yang baru pertamakali mengaplikasikan paklobutrazol.

Pohon durian berbunga itu nampak kasat mata kekurangan unsur nitrogen.

Bila dirunut kebelakang untuk mencari akar masalahnya; ternyata penghapusan N terjadi karena sumber pupuk N digunakan bersamaan waktu dan tempatnya dengan kapur dolomit.

Ditebar pada piringan tanam yang sama dan waktu yang sama. Saling meniadakan fungsi pupuk dalam hitungan jam.

Solusi untuk menghindari kejadian ini adalah manajemen pupuk yang harus dilakukan dari pertama kali menanam bibit pohon durian.

Lubang tanam digali agak dalam dan timbun separuh lubang dengan pecahan batuan dolomit alam.

Timbun lagi dengan bokashi dan pupuk organik yang sudah difermentasi. Lubang tanam ini adalah teritorial unsur makro Ca dan Mg dari dolomit.

Setelah rata dengan tanah kemudian dibuat gunungan donat dengan media remah berpori minimal sama dengan media tanam bunga aglonema atau bunga janda bolong.

Gunungan diatas tanah ini adalah teritorial pupuk makro NPK, asam amino kasar, asam humat dan biostimulant.

Adapun pupuk mikro diaplikasikan melalui daun bersamaan dengan pestisida synergis dan asam amino foliar. Selagi akar belum sampai pada timbunan dolomit, pilih asam amino modern chelated dengan kapur dan unsur mikro lengkap. Atau berikan sumber kalsium slow release berupa tepung tulang ikan, tepung cangkang kerang tanpa khawatir saling mengapus.

Bila pohon durian tumbuh membesar, perbesar juga ukuran gunungan piringan tanam dimana penambahan dolomit diberikan dilingkaran terluar dengan permukaan tanah lebih rendah.

Bila ingin rapi dan indah, pecahan batuan dolomit alam dibuat seperti jalan setapak membelah antar barisan pohon. Anda bukan sekedar memberi kalsium pohon tapi memberi kapur pada kebun melalui lapisan tanah yang lebih rendah.

Bila ingin tahu kecepatan penghapusan pupuk NH4 oleh Ca atau sebaliknya; silahkan larutkan pupuk ZA kemudian tetesi larutan pupuk calcium sulfat atau CaOH. Proses presipitasi pengendapan kedua pupuk ini terjadi dalam hitungan menit.