Cara Menanam Durian Yang Benar, Petani Durian Harus Baca Ini!

Lebih dari seratus tahun yang lalu penduduk Malaysia menjadikan buah durian sebagai buah komersil. 

Maklum, Raja buah ini dari zaman dulu memang menjadi buah paling populer dan digemari khalayak luas.

Negeri tetangga itu memang terkenal akan keragaman plasma nutfah durian.

Bahkan, Malaysia juga diakui sebagai pusat keragaman durian di seluruh dunia.

Ribuan pohon durian tumbuh secara alami di hutan-hutan tropis negara tersebut.

Memiliki ribuan jenis tak membuat warga negara jiran itu berbangga hati. Sebab banyak di antara klon-klon itu berkualitas di bawah standar keinginan pasar.

Karena itu, sejak 1930-an, Penduduk Malaysia melakukan serangkaian ujicoba dan pengamatan demi memperoleh durian terbaik yang layak untuk dibudi dayakan.

Klon D24, durian asal Bukit Merah, Perak, misalnya telah didaftarkan sebagai durian unggul sejak 1937. Sampai saat ini tak kurang dari 193 klon durian unggul telah ditemukan.

Bahkan, sejak tahun 1960 Malaysia melakukan penyilangan antar jenis demi memperoleh jenis durian hibrida yang lebih baik.

Hasilnya, pada bulan Oktober 1991 Malaysian Agricultured and development Institude (MARDI) melepas 2 klon hibrida: Mdur 78 dan Mdur 79.

Setahun berikutnya dirilis pula klon hibrida MDur 88. MDur 78 hasil silangan klon D10 dan D24, sedangkan MDur 79 dan MDur 88 silangan D24dengan D10. Ketiganya memiliki potensi hasil dan kualitas dengan hasil yang tak mengecewakan penikmat durian.

Sejalan dengan itu, para pakar di Malaysia pun melakukan serangkaian penelitian untuk menemukan teknik budidaya yang lebih modern.

Alasannya, kebanyakan durian dihasilkan dari kebun-kebun tradisional sehingga menghasilkan buah dengan berbagai jenis kualitas .

Tak heran jika sejak awal 1980-an, kebun-kebun durian intensif banyak dibangun.

Alhasil, sejak 1986 durian Malaysia mulai mengisi pasar ekspor. Setiap tahun tak kurang dari 30.000 ton diekspor ke Singapura,Hongkong,Thailand, dan Brunei Darussalam dan menghasilkan devisa lebih dari RM45-juta/tahun.

Lokasi

Pengembangan tanaman durian berlangsung di hampir seluruh negara bagian. Mulai dari Kedah, Perak, Kelantan, Trengganu, Pahang, Selangor, Melaka, dan Johor di Semenanjung Malaka, hingga Sabah dan Serawak di Kalimantan Utara.

Durian tidak menuntut syarat lingkungan khusus. Namun, agar pertumbuhan maksimal tanam di tanah subur,bertekstur gembur,lahan tidak berlapis cadas, ketebalan lapisan topsoil minimal 20 cm,serta ber-pH 6,0-7,0. Jenis tanah yang sesuai ialah lempung berpasir atau lempung liat seperti latosol, andosol, atau podsolik merah kuning.

Umumnya durian ditanam di lahan tegalan, sawah tadah hujan, lereng pegunungan maupun lahan bukaan baru pada ketinggian 50-600 m dpl.

Durian menghendaki curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun. Curah hujan harus merata sepanjang tahun atau terdapat 9-12 bulan basah dengan 0-3 bulan kering.

Intensitas cahaya yang disukai durian adalah 60-80% dan suhu udara 25C-34C. Lahan pun harus berdrainase baik agar akar tidak tergenang air.

Kesesuaian kondisi lahan diketahui setelah survei. Perkebun dapat menggunakan jasa pelayanan yang disediakan lembaga pemerintah seperti MARDI dan Fakultas Pertanian Universitas Putra Malaysia. Atau jasa konsultan pertanian swasta.

Dalam survei itu dilakukan analisis tanah agar diketahui tingkat kesesuaian lahan dan kesuburan tanah. Yang penting diketahui: pH,kandungan bahan organik,kapasitas tukar kation, dan ketersediaan unsur hara seperti N,P,K,Ca,dan Mg dalam tanah. Laboratorium tanah milik MARDI dan institusi perguruan tinggi salah satu tempat yang biasa dimanfaatkan pekebun.

Pemilihan varietas durian

Umumnya kebun-kebun durian kemorsial di Malaysia ditanami beragam varietas. Kebun milik Azis Muhammad Nur di Bukit Tamu, Genting Highland, misalnya, ditanami 9 varietas durian.

Selain memperoleh pasar yang beragam, penanaman beragam klon juga dimaksudkan untuk menyediakan polen bagi klon lain.

Sebab, beberapa klon seperti D24 tidak dapat menyerbuk sendiri. Sehingga jika ditanam monokultur di satu kawasan, hampir pasti ia akan menghasilkan buah.

MARDI menyarankan menanam minimal 3-5 klon dalam satu kebun. Klon-klon itu terdiri atas 3 kategori : utama, pembantu, dan lokal. Klon utama adalah yang di prioritaskan penanamannya karena pertimbangan harga,kualitas, dan prospek pasar. Paling tidak terdapat 1-2 klon utama dalam 1 kebun. Ia mengisi 60-70% populasi di lahan. Varietas yang biasa dipilih antara lain D24 (bukit merah), D123 (chanee), D159 (monthong),MDur 78,MDur 79, dan MDur 88.

Selain karena pertimbangan pasar, klon pembantu ditanam terutama untuk membantu menyediakan pollen bagi klon utama. MARDI menyarankan penanaman 2-4 klon pembantu di satu kebun. Jumlahnya sekitar 10-20% dari total populasi pohon yang ada.

Aziz misalnya, menggunakan pola 8:1 untuk mengisi kebunnya. Artinya, 1 pohon pembantu ditanam di antara 8 pohon utama. Selain dengan pola itu, penanaman klon pembantu juga bisa dilakukan dalam pola barisan. Setiap 2 baris klon utama ditanami 1 baris klon pembantu. Varietas yang dapat dipilih D10 (durian hijau), D99 (kop kecil), D158 (kanyao), dan D169 (tok litok).

Klon lokal disarankan ditanam di pinggir kebun sebagai penghalang angin. Ia terbukti tumbuh baik dan telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat. Pemilihan klon lokal tergantung pada kebijakan pemilik kebun. Sebaiknya, pilih varietas lokal yang digemari konsumen.

Di Perak varietas lokal yang banyak ditanam adalah D146 (paduka), emping emas, manong, dan lempur emas. Di Penang paling popular D97(foo),ang bak,ang hair, dan hor lor. Durian D168 (durian mas) dan hajah hasmah populer di Johor. Di Selangor: D151 (kanchong darat), buluh bawah,penu, dan tawa. Klon D169 (tok litok) di Kelantan,Kedah, dan Trengganu, serta D145 (beserah) di Kuantan.

Persiapan Lahan Durian

Meski groklimat sesuai, kondisi lahan belum menjamin tanaman tumbuh subur. Lahan harus diolah agar perakaran tanaman –terutama bibit—leluasa tumbuh di lingkungan baru.

Mula-mula lahan dibersihkan dari pohon,semak, atau alang-alang yang bakal mengganggu pertumbuhan. Sisa-sisa akar pohon besar,tunggul, atau batu cadas didongkel dan dibuang ke luar lokasi.

Setelah bersih, lahan yang telah bersih dibajak atau dicangkul dan digemburkan agar pertukaran udara dalam tanah leluasa.

Setelah itu barulah lokasi ditata menurut topografinya. Meski bisa ditanam di segala kemiringan,tetapi topografi terbaik berupa lahan datar dengan kemiringan 3-5 atau bergelombang. Bila terpaksa menggunakan lahan miring,usahakan tidak lebih dari 20.

Jika tanah berbukit, miring, atau berlereng, pengolahan dilakukan menurut kontur, yaitu melintang terhadap lereng dengan sistem teras.

Tujuannya menghambat aliran air di permukaan tanah ( run off ) sehingga terjadi penyerapan air dan mengurangi hilangnya humus karena erosi.

Penataan lahan dilakukan dengan merencanakan pembagian blok berdasarkan luas lahan. Lengkapi dengan prasarana penunjang seperti saluran drainase, jalan kebun, dan bak penampung air, maksudnya supaya pemanfaatan lahan maksimal sekaligus memperlancar kegiatan di kebun, mulai dari perawatan tanaman, panen, hingga pengawasan kerja.

Setelah rancangan tata ruang dan tata letak dibuat, tentukan jarak tanam. Usahakan tajuk tanaman tidak saling bersinggungan di kemudian hari. Kecuali monthong dan chanee yang bertajuk kompak dan sempit, sosok durian Malaysia kebanyakan bertajuk lebar. Karena itu pekebun menggunakan jarak tanam 10 m x 10 m atau 12 m x 12 m.

Di lahan datar pembuatan lubang tanam menggunakan pola bujur sangkar. Atu gunakan pola segitiga untuk mengefisiensi lahan. Artinya lubang tanam dibuat di titik-titik segitiga.

Dengan pola itu populasi tanaman meningkat dan pekerja tetap leluasa beraktivitas. Sedangkan untuk lahan miring pola tanam hanya mengikui kontur setelah teras terbentuk.

Selain ditanam monokultur, ada juga yang menanam di sela-sela tanaman keras seperti karet. Penanaman di antara pertanaman karet dilakukan dengan pola barisan 1 : 1 atau 2 : 1. Pola barisan 1 : 1 maksudnya, di antara 2 baris karet terdapat 1 baris durian. Pada pola 2 : 1 setiap 2 baris karet diseling 1 baris durian. Pada pola 1 : 1, jarak antara barisan durian dan karet sekitar 9mx9m. Dalam 1 ha lahan dapt diisi 60 pohon. Sedangkan pada pola 2 : 1 jarak antara karet dan durian sekitar 11-12 m sehingga populasi durian hanya 40-44 pohon/ha.

Pekebun umumnya membuat lubang tanam berukuran 1 m x 1 m x 1 m. Malah, di beberapa lokasi yang bertanah cadas, pekebun membuat lubang berukuran “raksasa” : 2 m x 2 m x 2 m. Agar mudah, pekebun di Malaysia kebanyakan menggunakan alat berat.

Pemakaian alat berat juga menguntungkan, sebab, “tenaga kerja mahal dan sulit didapat,” papar Muhammad Sairi, penanggungjawab kebun durian MARDI.

Lubang tanam dibiarkan 2-4 minggu agar zat beracun hilang dan hama penyakit mati oleh sinar matahari.

Selanjutnya kembalikan tanah ke dalam lubang sesuai posisi semula. Biarkan hingga tanah tidak turun lagi, lubang tanam sebaiknya dipersiapkan beberapa bulan sebelum penanaman.

Di masa lalu pekebun menanam dari biji. Hasilnya, kualitas produksi tidak seragam dan mempengaruhi pasar. Sejak era 1980-an pekebun mulai sadar untuk menanam bibit berkualitas karena hasil jauh lebih baik.

Saat ini, hampir tak ad lagi pekebun menggunakan bibit asal biji. Semuanya memakai bibit hasil perbanyakan vegetatif sebab lebih cepat berbuah. Sosoknya juga lebih pendek dibanding asal biji. Sebagian besar kebun, terutama kebun-kebun lama, memilih bibit okulasi. Bibit sambung pucuk baru diperkenalkan pada 1990-an.

Ciri bibit berkualitas batang utama lurus, kokoh, tidak ada cacat atau bekas serangan hama dan penyakit, serta serasi dengan percabangan di atasnya. Ukuran dan umur batang bawah dan atas harus seimbang.

Bentuk tajuk seimbang dengan cabang dan ranting yang kokoh serta cukup tua. Selain itu, kondisi daun juga harus diperhatikan. Bibit sehat berdaun hijau, rimbun, tidak cacat, dan bebas hama penyakit. Daun muda atau pucuk tidak layu. Daun yang layu, merana, berwarna pudar, dan cacat menandakan sakit dan perlu waktu untuk memulihkan.

Pilih bibit yang berukuran siap tanam, minimal 60 cm. Untuk mempercepat berbuah, sebaiknya memakai bibit besar berumur 1,5-2 tahun. Diameter batang antara 4-5 cm.

Calon pekebun mendapatkan bibit durian dari penangkar-penangkar swasta. Ada pula yang memperoleh bibit dari proyek-proyek dinas pertanian di hampir seluruh negara bagian. Bibit untuk keperluan proyek biasanya diproduksi oleh Pusat Pembangunan Komoditi Serdang. Lembaga penelitian seperti MARDI juga memproduksi bibit berkualitas untuk keperluan masyarakat. Hanya sebagian kecil pekebun yang memproduksi sendiri bibit untuk ditanam.

Bola akar durian

Sebelum ditanam perhatikan kondisi bibit. Bibit yang abru didatangkan ke lokasi kebun perlu diadaptasikan.

Caranya dengan menempatkan di bawah naungan selama 1-2 minggu.

Tanam bibit pada pagi atau sore hari untuk mengurangi penguapan air. Hindari menanam terlalu dalam. Cukup sebatas leher akar atau sampai pada permukaan media.

Bagian tengah lubang tanam yang telah ditutup campuran tanah dan pupuk digali kembali. Ukuran lubanggalin sedikit lebih besar daripada ukuran polibag. Tanam bibit segera setelah polibag pembungkus ditanggalkan. Usahakan bola akar tetap utuh ketika dimasukkan ke dalam lubang.

Itulah sebabnya polibag ditanggalkan secara hati-hati. Caranya dengan menyayat atau menggunting salah satu sisi polibag dari atas hingga ke bagian dasar lalu polibag ditarik perlahan hingga lepas. Setelah itu, tutup seluruh bola akar dengan tanah galian dan dipadatkan dengan tangan. Lakukan penyiraman setiap hari.

Sampai umur 3-4 tahun di antara barisan tanaman dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim untuk mendapatkan pemasukan sebelum durian berproduksi.

Tanaman sela itu di antaranya kedelai, kacang tanah, atau sayuran semusim. Selain memperleh hasil tambahan, tanaman sela juga untuk menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma.

Pemeliharaan

Supaya produksi maksimal, durian perlu dipelihara intensif. Pemeliharaan berupa penyulaman, penyiraman, penyiangan, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama penyakit.

Selain dengan pupuk kimia, pekebun juga memberikan pupuk kandang setiap tahun. Dosisnya tergantung ukuran tajuk tanaman. Pada umur 1-4 tahun dosis pupuk kandang berkisar 10-20 kg/pohon/tahun.

Di atas 4 tahun pupuk kandang diberikan 20-30 kg/pohon/tahun. Selain mengandung unsur makro dan mikro cukup lengkap, pupuk kandang juga memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah tetap gembur. Selain itu, pupuk organik juga mampu memperbaiki kehidupan mikroorganisme tanah.

Tanaman juga diberi kapur dolomit setiap tahun untuk menghindari tanah bersifat masam akibat aplikasi pupuk kimia secara terus menerus. Dosis kapur sebanyak 5-10 kg/pohon/tahun.

Pupuk dibenamkan ke dalam lubang pupuk berbentuk parit melingkari batang. Lokasi tepat di bawah lingkaran tajuk tanaman. Sebab, pada bagian di bawah lingkaran tajuk tanaman terdapat banyak rambut akar yang berfungsi menyerap zat hara. Dengan begitu pupuk dapat dimanfaatkan seefisien mungkin oleh tanaman. Agar pupuk mudah diserap akar, pemupukan dilakukan menjelang dan pada akhir musim hujan.

Pemupukan “wajib” itu cukup membuat tanaman tumbuh dan berproduksi maksimal. Meski begitu, kadangkala pertumbuhan tanaman terlihat kurang maksimal karena kekurangan unsur-unsur makro sekunder dan mikro tertentu.

Untuk kasus itu, tanaman perlu diberi tambahan unsur-unsur tertentu. Unsur-unsur makro yang diberikan seperti Mg, Ca, dan S. Unsur mikro misalnya Fe, Cu, Mn, Mo, dan Zn. Pemberian pupuk tambahanitu bisa dilakukan lewat akar maupun disemprotkan ke daun.

Penyemprotan pupuk daun lebih efektif kaena akan langsung diserap an dimanfaatkan oleh tanaman. Namun, aplikasinya harus sesuai dengan kebutuhan. Penyemprotan sebaiknya tidak dilakukan pada saat tanaman berbunga atau berbuah muda. Sebab, dapat menyebabkan bunga dan buah rontok

Pemangkasan

Pemangkasan tanaman merupakan kegiatan penting untuk menjaga bentuk dan ukuran kanopi tetap baik. Selain itu, pemangkasan juga dapat menjaga tanaman tumbuh baik, sehat, dan cepat berbuah.

Untuk mendapatkan bentuk dan kanopi ideal, pemangkasan harus dilakukan sejak dini. Melihat tujuannya, ada 2 jenis pemangkasan: pembentkan dan pemeliharaan. Pemangkasn pembentukan yang paling sesuai untuk durian ialah mengikuti sistem batang utama. Sistem ini tidak memerlukan perubahan yang banyak pada bentuk asli tanaman sehingga tidak menganggu vigor tanaman.

Kebanyakan klon durian berbunga dan berbuah pada cabang primer dan sekunder yang bersudut luas. Artinya buah muncul pada bagian percabangan horisontal atau hampir sejajar dengan permukaan tanah. Oleh karena itu, pembentukan tajuk harus dapat memperkuat dan memperbanyak cabang-cabang seperti itu.

Pembentukan tajuk (tree training) dilakukan dengan penggunaan kayu penyangga untuk memperluas sudut percabangan. Juga dengan menambatkan tali untuk merundukkan cabang, dan menyangga batang untuk menegakkan pertumbuhan batang pokok.

Pemangkasan pembentukan dilkukan untuk mmemperoleh bentuk tajuk yang dikehendaki. Bentuk tajuk ideal memudahkan penyerbukan, memperkecil resiko terkena serangan hama penyakit, memudahkan pengawasan buah, dan memudahkan panen. Dengan demikian di harapkan sosok tanaman tidak besar serta mempunyai cabang-cabang buah yang rendah, kuat menahan beban, dan berbuah cepat.

Pemangkasan pembentukan juga dilakukan untuk menjaga agar tanaman hanya memiliki 1 batang utama. Pohon dengan 2 batang utama gampang retak dan patah saat berbuah. Sebab itu, pemangkasan pembentukan harus dilakukan sejak dini. Yaitu saat tanaman baru memunculkan tunas-tunas baru pada umur 2-3 batang pokok, salah satu batang harus dipangkas. Hanya batang yang tumbuh lurus, seimbang, subur, dan rimbun yang dipertahankan.

Selain pemangkasan pembentukan perlu juga dilakukan pemangkasan ringan. Pemangkasan ringan bertujuan untuk mempertahankan bentuk kanopi ideal. Selain itu, ia juga menjaga tanaman tetap sehat dan mampu berproduksi maksimal.

Tanaman yang terlalu rimbun justru mengganggu perkembangan serta menurunkan produktivitas dan kualitas buah. Daun rimbun menganggu sirkulasi udara didalam linkungan tajuk. Akibtnya, tajuk lembap sehingga mengandung cendawan.

Oleh karena itu cabang-cabang yng berdesakan, saling bersinggungan, atau tumbuh di tempat yang tidak diinginkan harus dipangkas. Cabang lemah, rusak, atau sakit, serta tunas air juga perlu dibuang karena tidak diperlukan.

Pengendalian hama dan penyakit durian

Tanaman durian tak luput dari gangguan hama penyakit. Beberapa jenis hama yang ditemukan menyerang durian di Malaysia antara lain rayap Microtermes pallides; kumbang penggerek batang Batocera gultata; serta ulat penggerek batng euzera coffeae dan Indarbela disciplaga. Selain itu ditemukan pula ulat perusak kulit kayu Synanthedon spp; penggerek buah Mudaria magniplagae, M. Luteileprosa,Conogethes punctiferalis, dan Tonika terrasella yang menyerang kulit buah.

Penyakit penting yang menyerang durian Malaysia antara lain: kangker batang Phytohthora palmifora dan busuk pangkal batang Fusarium spp. Keduanya menimbulkan kerugian serius karena dapat menyebabkan tanaman meranggas, kering, dan mati.

Gangguan hama penyakit dikendalikan secara mekanis atau menggunakan pestisida organik. Caranya pangkas, buang, atau bakar bagian tanaman terserang. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan pestisida sesuai anjuran.

Merangsang pembungaan

Perlakuan itu deberikan jika tanaman memasuki umur produktif dan percabangan cukup dewasa. Indikasinya sosok cabang tampak tua, berwarna cokelat, ada kerak-kerak di bagian kulit, serta tidak ada lagi pucuk daun muda.

Selain itu, tanaman dalam kondisi sehat. Pekebun Malaysia mulai mengaplikasikan zat perangsang pembungaan pada umur tanaman 4-5 tahun.

Perlakuan pada tanaman yang belum cukup umur atau dalam kondisi sakit dapat menyebabkan stres dan akhirnya mati kelelahan. Sedangkan pada tanaman yang masih memunculkan tunas muda, perangsangan pembungaan merupakan pekerjaan yang sia-sia.

Untuk merangsang pembungaan pekebun mengaplikasikan berbagai cara. Diantaranya dengan menghentikan pengairan tanaman selama 3-4 minggu, atau dengan memberikan zat perangsang pembungaan berbahan paklobutrazol. biasanya dilakukan 2-3 bulan sebelum musim bunga. Atau berlangsung pada bulan Februari-Maret setiap tahun.

Aplikasi paklobutrazol dibarengi penyiraman secara rutin 3-5 liter air/hari. Bunga biasanya muncul sekitar 2-3 bulan kemudian. Setelah bunga muncul, penyiraman dilakukan dengan volume normal. Kekurangan air dapat menyebabkan bunga rontok.

Pekebun durian tidak terbiasa membantu penyerbukan durian secara buatan. Mereka biasanya mengandalkan kelelawar dan serangga untuk membantu penyerbukan.

Serangga yang diketahui membantu penyerbukn antara lain tawon Apis dorsata, lanceng (stingless bee,Trigona sp), dan semut dari keluarga Formicidae seperti Solenopsis xyloni.

Untuk menghadirkn serangga ke lahan, pekebun biasanya menanam bunga matahari, portulaka, jagung, atau putri malu di sekitar kebun.

Pada saat durian berbunga, tanaman-tanaman itu dipotong bunganya agar serangga penyerbuk hanya menyerbuki bunga durian. Tumpangsari dengan karet juga akan membnatu mengundang kehadiran serangga.

Ada juga pekebun yang sengaja memasukkan koloni-koloni serangga penyerbuk seperti tawon dan lanceng ke lokasi kebun pada saat musim berbunga.

Mereka bekerjasama dengan peternak lebah. Keduanya saling memperoleh keuntungan. Peternak memperoleh madu dan bunga durian di kebun terserbuki secara maksimal.

Panen dan pascapanen

Dengan pemeliharaan intensif durian mulai berbuah pada umur 5-6 tahun dan berbuah terus setiap tahun. Malah beberapa klon seperti D24 dapat berbuah 2-3 kali dalam setahun.

Umur panen durian berbeda-beda tergantung varietas. Varietas D24 mencapai kematangan pada umur 100-115 hari setelah bunga mekar. MDur79 matang pada umur 100-100 hari, sedangkan MDur78 dan MDur88 matang pada umur 105-115 hari setelah bunga mekar.

Buah siap panen ditandai warna kulit makin tua, bau mulai tercium, atau bila buah hampir terlepas dari cabang. Itu dapat dilihat dari makin jauhnya jarak antara 2 “cincin” yang terdapat pada tangkai buah. Buah dipanen menggunakan gunting dan dijaga jangan sampai jatuh ke tanah. Sebab, buah yang jatuh, apalagi yang jauh dari permukaan tanah dapat terbelah dan menurunkan kualitas.

Buah dipanen dengan mengikutkan tangkai. Segera setelah dipanen, buah langsung dimasukkan ke dalam keranjang. Untuk pasar tradisional buah dikemas dalam keranjang-keranjang bambu. Jatah pasar swalayan, buah dikemas dalam keranjang plastik. Untuk pengirimanke Singapura atau Thailand, buah utuh dimasukkan dalam keranjang plastik atau kotak kardus bergelombang.

Meskipun teknologi pasca panen untuk memperpanjang masa simpan telah diperkenalkan, tetapi pekebun tetap enggan melakukan. Kebanyakan memilih langsung membawa ke pasar dalam bentuk utuh, meski durian Malaysia terkenal cepat pecah. Karena itu, pekebun lebih memilih pasar terdekat untuk memasarkan hasil panen.

Pekebun di Johor misalnya, memilih memasok ke pasar Singapura daripada dikirim ke Kualalumpur. Itu dilakukan bukan untuk mendapatkan harga lebih baik, tapi lebih karena pertimbangan jarak. Perjalanan Johor-Singapura hanya memakan waktu 3-4 jam, sedangkan Johor-Kualalumpur minimal ditempuh dalam 6 jam.

Penyiraman

Dilakukan untuk mencegah kekeringan, terutama pada tanaman muda. Lakukan terutama pada musim kemarau atau saat tidak hujan. Frekuensi tergantung kondisi setempat, tetapi diusahan tanaman mendapatan air sebanyak 50-60 liter/pohon/hari.

Teknik pengairan dilakukan dalam berbagi cara, tergantung ketersediaan air dan kemampuan pemilik. Teknik yang dipakai bisa berupa penyiraman secara manual, sprinkler, maupun leb (genangan) untuk kebun dengan sumber air melimpah.

Pengairan sistem leb biasanya dilakukan terhadap durian yang ditanam di lahan sawah. Di situ durian ditanam berbaris di atas bedengan, atau tunggal di atas gundukan tanah. Genangi lahan hingga ketinggian 30 cm di bawah permukaan bedengan. Penggenangan air dilakukan setiap 3-4 hari sekali. Saat itu lahan mulai kering, sehingga air perlu dialirkan lagi ke dalam kebun.

Penyulaman

Tujuannya untuk mengganti tanaman mati atau yang terlihat sakit beberap hari setelah ditanam. Agar pertumbuhan tanaman seragam, bibit sulaman harus berumur sama dengan tanaman semula. Oleh karena itu, saat pengadaan bibit siapkan pula bibit cadangan sekitar 10% dari jumlah lubang tanam. Penyulaman dilakukan 1 bulan pertama setelah penanaman pertama.

Penyiangan

Penyiangan gulma atau rumput liar penting dilakukan. Selain menjadi pesaing dalam pengambilan zat hara, gulma juga jadi sarang hama dan penyakit. Penyiangan dengan mencabut atau mencangkul gulma di sekitar perakaran tanaman. Bersamaan dengan penyiangan, tanah di sekitar tanaman digemburkan lagi untuk menjamin porositas tanah.

Sebab, penyiraman menyebabkan tanah memadat dan udara di dalamnya menipis. Penyiangan rutin dilakukan 2-3 bulan sekali hingga tanaman berumur 2-3 tahun. Pada tahun-tahun selanjutnya penyiangan sesuai kondisi kebun.

Untuk mengurangi pertumbuhan gulma, beberapa pekebun menanam kacang-kacangan atau tanaman penutup tanah.

Namun, ada juga yang membiarkan rumput timbuh di bawah kanopi, tetapi dipangkas rutin. Adanya rumput dimaksudkan untuk mengurangi penguapan sekaligus menjaga kelembapan tanah.

Saat memasuki musim panen, pertumbuhan rumput dibiarkan tinggi.

“Tujuannya untuk menghindari orang asing masuk ke dalam kebun mengambil buah jatuh,” papar Muhammad Zairi.