Cara Membuat POC dari Urin Kelinci, Terbukti Mempercepat Pertumbuhan Tanaman!

Harga pupuk yang semakin mahal membuat para petani di berbagai daerah menjadi kelimpungan.

Hal itu ditambah lagi dengan masalah kelangkaan pupuk yang dipasok dari pemerintah. Tingginya harga produksi terutama pupuk kimia tentu membuat banyak petani tidak mampu membeli pupuk, Hal itu bisa berakibat pada rendahnya hasil produksi pertanian, di sisi yang lain banyak para petani yang ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Padahal di berbagai daerah, Ketersediaan limbah urin kelinci masih belum dimanfaatkan secara optimal, didukung banyaknya peternak kelinci yang tergabung dalam komunitas peternak kelinci, maka pemanfaatan dan pengolahan limbah urin ternak kelinci menjadi pupuk dan pestisida organik mempunyai prospek yang bisa mengatasi permasalahan yang di hadapi oleh petani di era ini.

Urin kelinci yang sudah di olah menjadi pupuk organik tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan mengembalikan kesuburan lahan, tetapi juga untuk mengurangi biaya yang harus di keluarkan dalam kegiatan usaha tani serta lebih ramah lingkungan.

Dari hasil penelitian – penelitian bahwa urin kelinci sangat lengkap kandungan unsur hara nya dan relatif lebih tinggi kandungan unsur hara nya di bandingkan dengan jenis urin hewan ternak yang lain.

Penelitian terkait urin kelinci juga telah di lakukan oleh Badan Penelitian Ternak (Balitnak di Ciawi, Kabupaten Bogor, pada 2005) memperlihatkan urin kelinci mengandung unsur N, P, dan K masing-masing sebesar lebih tinggi 2,72%, 1,1%, dan 0,5% dari pada kotoran dan urin ternak lain seperti sapi, kerbau, domba, kuda, babi, bahkan ayam.

Peran nitrogen (N) pada tanaman yaitu unsur N diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar serta berperan vital pada saat tanaman melakukan fotosintesa dengan membentuk klorofil alias zat hijau daun.

Apabila urin kelinci tersebut dicampurkan pemakaiannya bersama kotoran kelinci, unsur yang bakal terkandung lebih lengkap yakni 2,20% Nitrogen (N), 87% Fosfor (P), 2,30% Potassium (K), 36% Sulfur (S), 1,26% Kalsium (Ca), 40% Magnesium (Mg). Dari 10 ekor kelinci bisa diperoleh 2 liter urin per hari.

Namun perlu dipahami urin kelinci terbaik berasal dari air kencing kelinci berumur 6–8 bulan karena urinnya sudah terbukti mengandung paling banyak unsur N, P, dan K (Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2010)

Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Urin Kelinci:

1. Kumpulkan empon-empon seperti Laos / Lengkuas, Temu ireng, Jahe, Kencur, Kunyit, diiris-iris menggunakan pisau kemudian blender bersamaan dengan daun sambiloto / mimbo.

2. Sesudah di blender kemudian lalu disaring (diperas) diambil air perasannya

3. Masukan urin kelinci dalam drum yang sudah disiapkan dengan perbandingan, 100:1:1 (100 liter air kelinci:empon-empon:Em4)

4. Masukan air empon-empon, tetes, Fermenter/ Em4. Aduk sampai rata kira kira 3 – 4 jam.

5. Tutup drum dan Letakan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung, diamkan selama 7 hari.

6. Pada hari ke 8 Campuran urin kelinci dibuka dan diputar dengan pompa (aerator) dinaik-turunkan lewat selang minimal setinggi 4 m selama 6 – 7 jam (Pemutaran ini dimaksudkan untuk menguapkan amoniak yang bersifat racun bagi tanaman dan untuk mengurangi bau )

7. Campuran air kencing kelinci sudah jadi dan dapat digunakan untuk pupuk organik cair.

Cara Menggunakan Pupuk organik Cair Urin kelinci

Untuk 250 ml pupuk organik cair urin kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih, dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman.

Lakukan penyemprotan POC urin kelinci setiap seminggu sekali pada tanaman dan lihat hasilnya!